zachflazz

ZACHFLAZZ

Saturday, 25 October 2014

KEMARAU (KARENA KITA INGIN MENJADI BAIK)





Assalamu álaikum wr.wb.


Suatu malam, di sepanjang jalan Pajajaran kota Bogor, beberapa waktu yang lalu.
Saya mengemudikan mobil sambil mendengarkan Michael Jackson yang diputar anak saya, Arien. Entah apa judulnya, tapi saya mendengar shred gitaris wanita Orianthi Panagaris di lagu itu. Memang Jacko tidak pernah salah jika memilih musisi.

Saya juga mendengarkan dialog anak-anak saya dengan ibunya yang duduk di depan.

"Bu, sumur tetangga-tetangga kita pada kering semua ya?" Agree mencolek punggung ibunya.

Arien menimpali tanpa ekspresi, "Sumur di tempat kita banyak airnya, dong."

"Itu karena kita baik. Nggak suka iri hati dan dengki. Allah pasti sayang sama kita, karena kita baik. Makanya, tetaplah jadi anak-anak yang baik. Kalian sudah merasakan sendiri, Arien bisa ikutan lomba tingkat internasional, Agree juara terus sekolahnya, rejeki kita cukup, bahkan sampai sumur pun nggak kering meskipun sumur orang lain pada kering. Makanya, tetep jadi anak baik ya, Biar Allah tetep sayang sama kita."

Saya diam menatap ke depan, jalanan yang mulai sepi. Menghela nafas, menghayati kata-kata isteri saya. Dan berdoa agar kami bisa selalu bisa demikian. Aamiin.


Wallaahu a'lam
Wassalamu álaikum wr.wb.

Thursday, 23 October 2014

TIDAK IKHLAS


Assalamu'alaikum wr.wb.


Sejak kecil saya dibiasakan orang tua saya untuk berbuat sesuatu dengan ikhlas. Saya pun menjadi terbiasa dengan terminologi ikhlas dan banyak mengalah kepada siapapun dalam segala hal. Saudara-saudara, teman-teman, bahkan tetangga-tetangga saya, banyak tahu tentang saya yang demikian. Itu bargaining saya di hadapan mereka hingga sekarang. 

Dan pada saat saya, sedikit saja melakukan sesuatu dengan tidak ikhlas, maka saya sering dingatkan. Diingatkan oleh Tuhan, maksud saya. 

Misalnya saat masa kecil dahulu, saya diminta ibu menyapu halaman. Terbayang luasnya halaman rumah, saya pun mengerjakan dengan bersungut-sungut. Tidak begitu lama, tiba-tiba kaki saya menginjak batu runcing dan terluka. Atau saat saya donor darah, saya ngedumel, "Donor darah begini PMI cuma ngasih telor sama mie doang, tapi ngejual darah ke pasien, mahal". Malamnya pun tahu-tahu saya demam. Dan lain-lain, yang saya pikir bukan sebuah kebetulan, tapi ini saya yakini sebagai reminder dari Tuhan agar saya selalu ikhlas. 

Pekan lalu reminder soal keikhlasan itu berulang. 

Begini ceritanya. Saya mendapat penugasan untuk hadir di kantor hari Sabtu. Berangkat ke kantor pada hari Sabtu adalah kerugian buat saya. Saya tidak bisa berkumpul dengan teman-teman di liqa' Forum Sabtu Dhuha. Saya pun tidak bisa mengantar anak-anak ke sekolah. Dan yang terpenting adalah saya tidak bisa mengantar Arien ke camp matematikanya yang lokasinya jauh dari rumah. 

Tapi Insya Allah saya ikhlas. Ini karena memang ada deadline yang harus dikejar, khususnya menjelang pergantian kabinet, yang hanya memberi kesempatan pimpinan kementerian untuk bertanda tangan paling akhir pada Sabtu itu saja. Saya bekompromi dengan isteri saya dan teman-teman untuk masing-masing acara itu, dan sepertinya masalah pun terselesaikan. 

Tapi di kantor, saya menghadapi banyak hal yang membuat saya masygul. Saya tidak akan menceritakannya di sini (mungkin nanti, melalui tokoh Gareng, saya akan menceritakannya). Yang pasti saat itu, mulai dari pimpinan saya hingga saya dan teman-teman, semuanya kecewa karena keadaan yang menyandera dan membuat perasaan tidak ikhlas. 

Saya pun protes di dalam hati. 
Tambah protes saat saya pulang dari kantor pukul 20.30 WIB terpaksa berjalan kaki sejauh kurang lebih tiga kilometer menyusuri jalanan menuju stasiun, karena sudah tidak ada kendaraan umum atau ojek. Harusnya libur, disuruh masuk, pulang malam pula, tidak ada ojek pula.

Saya tidak bisa menipu hati saya. Saya memang tidak ikhlas.  

Dan tahu apa yang kemudian terjadi? Saat mengejar kereta, entah kenapa, saat berlari setelah naik eskalator, saya merasa ada penumpang lain yang mendorong punggung saya. Posisi saya yang tidak siap merasa kaget dan kecengklak, dan ini membuat punggung saya keseleo. Punggung saya pun terasa sakit berkepanjangan. Hingga saya sampai di rumah, cara saya berjalan yang berbeda pun menarik perhatian isteri saya. Malam itu pun saya dipijit isteri saya dengan obat gosok yang saya ceritakan di artikel BERAKHIR DI OBAT GOSOK. Alhamdulillaah ada obat sakti itu.

Esok harinya, saya mempunyai tugas mengantar anak saya Agree berlomba lukis yang diselenggarakan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Ini tentu berat sekali buat saya, karena untuk bangun dari tempat tidur saja susah, apalagi harus menyetir mobil, membawa perangkat lukis, dan menunggui anak saya berlomba. Tapi demi Agree, saya harus berangkat. Sambil nyengir saya hadapi hidup ini dengan tenang.

Dan, ikhtiar itu tidak sia-sia. Alhamdulillaah anak saya mendapat nomor. Juara II. Rasa sakit di punggung pun seperti terobati. Saya bersyukur, karena peringatan dari Tuhan tentang rasa tidak ikhlas itu hanya menimpa saya, tidak menimpa anak-anak saya. 


hampir selalu begini, Agree di sarang perawan

Dan saya, akan belajar kembali tentang ikhlas, untuk tidak berulangnya kembali akibat yang saya derita karena sebuah ketidakikhlasan. 


Wallaahu a'laam.
Wassalamu'alaikum wr.wb.
etiap saat ponsel saya dan teman-teman bergantian berbunyi. Telpon dari counterpart kami yang tujuannya untuk mengecek pekerjaan lain -yang sebenarnya bisa ditunda- yang secara paralel juga kami kerjakan, mumpung kami di kantor. Mereka adalah pihak yang berkepentingan untuk tugas non pokok ini. Tak mengapalah, mereka pasti mengalami under pressure. Kami konsekuen membantunya. Tapi fakta yang saya dapati adalah, pihak yang mengecek pekerjaan saya dari menit ke menit itu, ternyata sedang berada di suatu tempat yang cukup jauh dari Jakarta, dan di ujung ponsel, saya mendengar bebunyian. Rupanya mereka mengecek pekerjaan sambil menikmati acara nyanyi-nyanyi. Pesta. Mereka memaksa kami menyelesaikan pekerjaan saat itu juga, tapi mereka menyambinya dengan berpesta.  Jeddaaarr! 

Monday, 20 October 2014

DAN YANG CANTIK ITU PUN


Assalamuálaikum wr.wb.




Di bawah ini beberapa aktris Hollywood yang dahulu (era 80/90-an) pernah menjadi favorit saya. Lain dulu lain sekarang, inilah mereka yang cantik itu sekarang. 



1. Kate Winslet
Pemeran Rose Bukater dalam film megah Titanic ini sempat membuat banyak lelaki bingung setelah menonton film itu. Kini ia telah berubah. Masih cantik sih, tapi tentu tidak sesensual dahulu.




2. Demi Moore
Akhirnya bisa tua juga tuh wanita. Saya pikir dia tetap muda dan bakalan cantik selamanya. Dan poster Demi Moore di kos-kosan saya dahulu, apakah akan ada yang berminat menggantinya dengan foto Demi yang sekarang. Semoga tetap ada.



3. Melanie Griffit
Saat Mel berpindah pria dari Don Johnson ke Antonio Banderas, saya termasuk yang menyayangkannya. Kenapa si cantik ini harus menjadi piala bergilir, begitu batin saya. Tapi sekarang, apakah dia masih pantas menjadi piala? 




4. Cher
Saat masih SD dahulu, saya bahkan hafal nama aslinya: Cherilyn Sarkisian. Sekarang, mau ganti nama lagi dengan nama Indonesia sekalipun, sepertinya susah orang untuk peduli. 




5. Sharon Stone
Basic Instinc 3 akan kembali meng-casting Sharon Stone sebagai pemeran utama? Sepertinya tidak.




6. Stefanie Powers
Dahulu saya kerap mengendap-endap demi bisa menyaksikan wanita ini di film Hart to Hart. Saya ingat TVRI menayangkannya pada malam Sabtu mulai pukul 21.30 WIB. Film ini menebar ciuman dan kemesraan sepasang suami isteri jutawan. Saat menonton film ini, perasaan saya antara tidak rela Stef diciumi orang, dan penasaran ingin menyaksikannya berciuman. Nah untuk sekarang ini, sepertinya sudah berubah. 



7. Stephanie Zimbalist 
Film Remington Steele menjadi film yang sangat saya tunggu-tunggu karena keberadaan wanita cantik ini. Dia tidak mengedepankan keseksian, tapi keayuan dan keenerjikannya di film ini. Sayang, sekarang sepertinya dia sudah tidak seperti dulu lagi.





8. Brigitte Nielsen
Bermain sangat seksi di film Red Sonja dan Conan The Barbarian, wanita ini menjadi pujaan sebagian pria pada masa itu. Bahkan Arnold Schwarzenegger pun mengakui pernah berselingkuh dengannya. Taruhan, sekarang Arnold pasti tidak ingin mengulangnya.







9. Wonder Woman
Nah ini yang paling memilukan.





-----------------------------------------------------



“Sesungguhnya Allah tidak akan menunda usia seorang, pun jika kematian telah datang kepadanya. Akan tetapi yang dimaksud dari penambahan usia adalah anak keturunan yang shalih.” (Ibnu Hajar Al-Asqalani)


Wassalamuálaikum wr.wb.