zachflazz

ZACHFLAZZ

Wednesday, 17 December 2014

PECINTA BATMAN (3)


Assalamuálaikum wr.wb.


Di bawah ini metamorfosis Batman the movies. Buat saya, tetap saja tidak ada yang sebagus versi komiknya. Tapi keberadaannya cukuplah menjadi penawar kangen film bertemakan Wonder Woman. Ehhh... 


1. BATMAN (1966)

www.denofgeek.us

2. BATMAN (1989)

www.cisforcomics.gr

3. BATMAN RETURN (1992)

www.blastr.com

4. BATMAN FOREVER (1995)


www.denofgeek.us


5. BATMAN  AND ROBIN (1997)


udn.com

6. BATMAN BEGINS (2005)


theessentialfilms.com

7. DARK KNIGHT (2008)

nintendoenthusiast.com

8. DARK KNIGHT RISES (2012)

ocinemamelhor.com

9. BATMAN VS SUPERMAN (2015)

desuperheroes.es.com

Wassalamuálaikum wr.wb.

Monday, 15 December 2014

TEORI JATAH (REZEKI ITU KONSTAN 2)


Assalamuálaikum wr.wb.



Saya percaya sekali, bahwa jatah rezeki saya konstan adanya. Tuhan telah menetapkan kepada saya, katakanlah, sekarung uang selama hidup saya. Maka saat saya kehilangan, saat bertambah, dan sebagainya, sebenarnya stok rezeki saya tetap: sekarung uang.  


Mau saya  jungkir balik sampai bledhos hingga terjun payung sekalipun, saya meyakini jatah rezeki saya sebesar itu. Dan andai saya kehilangan pun, pasti nanti Allah akan menggantinya, karena rezeki saya memang berjatah senilai satu karung uang, selesai.  


Maaf jika tesis saya salah. Tapi ini sangat menenteramkan hati saya. Saya memegang prinsip ini, dan sejauh ini sangat efektif meredam hawa nafsu saya. 


Maka saya tidak ambil pusing saat beberapa orang di luar sana berebut pekerjaan, berebut lahan garapan, bahkan hingga berseteru karenanya. Juga saat ada seorang teman yang curhat karena kecewa saat harus terdepak dari sebuah unit kantor yang berpenghasilan besar menjadi ditempatkan di unit kantor yang penghasilannya lebih sedikit. Saya hanya mengingatkan kepadanya, tentang esensi perolehan rezeki seperti saya ceritakan di atas itu.  
Atau saat orang lain mencurangi saya, saya benar-benar tidak ambil pusing. Cuek dan persetan saja. Allah pasti tahu, selalu begitu pikiran saya.

Percayalah pada kekuasaan Allah. Allah mudah sekali membalikkan keadaan. Saat mengumpulkan kekayaan sebanyak-banyaknya, siapa sangka seorang Udar Pristono akhirnya jatuh miskin. Pengalaman beberapa sahabat yang terkena bencara alam, pun mengajarkan kepada kita bahwa harta itu fana, dan Tuhan sangat berkuasa untuk merenggut kekayaan yang kita miliki. Sungguh Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.


Lalu, lihatlah fenomena seorang Sony Wakwaw. Siapa sangka seorang anak manusia gerobak berusia 9 tahun ini, yang saat duduk di kelas satu tidak naik kelas sebanyak tiga kali, yang bicaranya tidak lancar dan penglihatannya (maaf) cacat. Tapi karena Allah ingin memberinya rezeki, mengangkat peruntungannya, maka lihatlah dia sekarang yang tiap hari tampil di televisi untuk acara sinetron Emak Ijah Pengen ke Mekkah. Dia pun mulai masuk dapur rekaman, mengisi berbagai acara,  dan kehadirannya ditunggu dan dielu-elukan penggemarnya. Sony Wakwaw. Siapa sangka bahwa keadaan 2 tahun lalu,  dia masih berlarian bersama orang tuanya menepi dari pinggir toko ke pinggir toko lainnya karena kehujanan? 

Tuhan Maha Kuasa, teman-teman. 

Demikianlah, 

Sebagai hamba Tuhan yang baik, 
mari kita menjalankan peran sebagaimana adanya,
mensyukuri nikmat dengan berusaha selalu di jalan yang tepat.
Mari kita hindarkan kehidupan penuh iri dengki, saling berebut dan saling menjegal sesamanya. Karena Tuhan, telah menetapkan sesuatu yang pantas untuk kita masing-masing. Dan kita harus selalu bersyukur, juga ber-shadaqah,
karena dengan dua ini, Tuhan bahkan akan menambah kelipatan jatah rezeki kita. 


Wallahu a'lam.

Wassalamuálaikum wr.wb.




Sony Wakwaw (sumber: showbiz.liputan6.com)


Wednesday, 10 December 2014

CUTI SAYA


Assalamuálaikum wr.wb.




Menjelang liburan sekolah anak-anak, yang paling eksotik untuk dilakukan adalah merancang cuti. Lalu menindaklanjutinya dengan bertamasya ke tempat yang dingin di pegunungan atau ke tempat yang panas di pantai. Mengunjungi orang tua, mertua, dan saudara di kampung halaman, pun sama menariknya.  


Tapi tidak untuk saat ini. Dengan jatah cuti yang pas-pasan, saya harus menetapkan prioritas dalam mengambil cuti. Saya memutuskan untuk tidak mengambil cuti pada liburan kali ini.

Ini karena empat bulan lagi, Arien menjalani Ujian Nasional. Saat itulah waktu yang tepat bagi saya untuk mengambil cuti. Saya ingin mendampingi anak saya itu belajar, ikut terlibat mengatur menu makannya, memasak telor setengah matang kesukaannya, mengontrol pensil 2B dan segenap peralatan sekolahnya, lalu mengantar dan menungguinya di sekolah hingga kelar. 



Itu pernah saya lakukan saat Arien menjalani Ujian Nasional saat dia duduk di bangku Sekolah Dasar tiga tahun lalu. Itu saya posting di tulisan HARI PERTAMA UN dan HARI KETIGA UN. Meski saat ini anak saya itu sudah beranjak besar dan jauh lebih mandiri, saya tetap akan mengawalnya, sesuai keperluannya. 

Foto Agree dan Arien tiga tahun lalu
yang satu menjalani UN, satunya lagi menunggui di luar


Ya, saya hanya ingin mengawal anak saya. Saya ingin terlibat dalam segala persiapannya. Karena saya hanya bisa berikhtiar, lalu berharap hasilnya baik. Tapi andai hasilnya tidak maksimal pun, saya tidak akan mempermasalahkannya. Yang penting usaha sudah maksimal, dan sinergi antara saya dan anak saya telah berjalan dengan baik. Soal hasil, biarlah itu sudah ada yang mengatur. Bukankah sehelai daun yang jatuh di tengah malam buta pun atas kehendak-NYA? DIA tahu yang terbaik untuk hamba-NYA.


Wassalamuálaikum wr.wb.
(tulisan ini terinspirasi seorang teman yang baru saja mengabarkan hendak mengambil cuti, jatah cutinya sisa 5 hari tapi tercatat di data administrasi sisa 10 hari, beruntung banget kan?)