zachflazz

ZACHFLAZZ

Senin, 20 Oktober 2014

DAN YANG CANTIK ITU PUN


Assalamuálaikum wr.wb.




Di bawah ini beberapa aktris Hollywood yang dahulu (era 80/90-an) pernah menjadi favorit saya. Lain dulu lain sekarang, inilah mereka yang cantik itu sekarang. 



1. Kate Winslet
Pemeran Rose Bukater dalam film megah Titanic ini sempat membuat banyak lelaki bingung setelah menonton film itu. Kini ia telah berubah. Masih cantik sih, tapi tentu tidak sesensual dahulu.




2. Demi Moore
Akhirnya bisa tua juga tuh wanita. Saya pikir dia tetap muda dan bakalan cantik selamanya. Dan poster Demi Moore di kos-kosan saya dahulu, sepertinya tidak akan ada yang berminat menggantinya dengan foto Demi yang sekarang.



3. Melanie Griffit
Saat Mel berpindah pria dari Don Johnson ke Antonio Banderas, saya termasuk yang menyayangkannya. Kenapa si cantik ini harus menjadi piala bergilir, begitu batin saya. Tapi sekarang, coba saja, apakah dia masih pantas menjadi piala? 




4. Cher
Saat masih SD dahulu, saya bahkan hafal nama aslinya: Cherilyn Sarkisian. Sekarang, mau ganti nama lagi dengan nama Indonesia sekalipun, sepertinya susah orang untuk peduli. 




5. Sharon Stone
Basic Instinc 3 akan kembali meng-casting Sharon Stone sebagai pemeran utama? Sepertinya mustahil.




6. Stefanie Powers
Dahulu saya kerap mengendap-endap demi bisa menyaksikan wanita ini di film Hart to Hart. Saya ingat TVRI menayangkannya pada malam Sabtu mulai pukul 21.30 WIB. Film ini menebar ciuman dan kemesraan sepasang suami isteri jutawan. Saat menonton film ini, perasaan saya antara tidak rela Stef diciumi orang, dan penasaran ingin menyaksikannya berciuman. Nah untuk sekarang ini, Stef mau ngapain keq, saya  tidak peduli. 



7. Stephanie Zimbalist 
Film Remington Steele menjadi film yang sangat saya tunggu-tunggu karena keberadaan wanita cantik ini. Dia tidak mengedepankan keseksian, tapi keayuan dan keenerjikannya di film ini. Sayang, sekarang sepertinya dia sudah tidak seperti dulu lagi.





8. Brigitte Nielsen
Bermain sangat seksi di film Red Sonja dan Conan The Barbarian, wanita ini menjadi pujaan sebagian pria pada masa itu. Bahkan Arnold Schwarzenegger pun mengakui pernah berselingkuh dengannya. Taruhan, sekarang Arnold pasti tidak ingin mengulangnya.







9. Wonder Woman
Nah ini yang paling memilukan.





-----------------------------------------------------



“Sesungguhnya Allah tidak akan menunda usia seorang, pun jika kematian telah datang kepadanya. Akan tetapi yang dimaksud dari penambahan usia adalah anak keturunan yang shalih.” (Ibnu Hajar Al-Asqalani)


Wassalamuálaikum wr.wb.



Kamis, 16 Oktober 2014

TIDAK ADA JUDUL


Assalamu'alaikum wr.wb.


Menjelang akhir pekan lalu sekitar pukul setengah sepuluh malam, saya tiba di halaman rumah selepas bekerja. Saya membayangkan setelah mandi, langsung tidur sampai subuh esok hari. Anak-anak dan isteri saya pasti sudah tidur, setelah mereka bertiga sibuk selama pelaksanaan Ujian Tengah Semester (UTS).  

Begitu membuka pintu depan, saya dikagetkan dengan sambutan kedua anak saya, Arien dan Agree. Tanpa memberi kesempatan untuk melepas lelah barang sesaat, mereka menghujani saya dengan rentetan kicauan. 


"Pak ada tugas dari Bu Guru, disuruh nulis biografi pahlawan dua lembar," kata Agree.
"Kapan dikumpulin?" tanya saya.
"Besok. Agree lupa sih, baru inget sekarang."
Hm... ini dia, khas banget untuk urusan serba mendadak begini.

Arien pun tidak kalah untuk "menyapa" saya. 

"Pak ini Arien susah banget ngapalin pelajaran PKN."

"Emang ibu dimana?" saya bertanya kepada mereka.

"Tidur. Dari tadi habis 'Isya. Kecapekan katanya," jawab mereka.

Hmm... 
Jika menuruti kata hati, tentu saya ingin mengkritik isteri saya yang tidak mengawal anak-anak dengan baik. Dan kepada Arien-Agree, andai saya bilang: sana cari sendiri jawabannya, bapak lagi capek, itu mungkin menyelesaikan masalah saya. 


Tapi pengalaman mengajarkan untuk segera menjelajah isi pikiran anak-anak saya. 

Mereka mungkin lama menunggui saya hingga pukul setengah sepuluh malam seperti ini. Barangkali mereka membayangkan saya datang dengan raut muka yang cerah lalu antusias membantu menyelesaikan pekerjaan mereka. Apa yang kemudian terjadi dengan perasaan mereka jika saya datang dengan wajah suntuk dan bahkan membentak mereka misalnya. 

Banyak yang berkecamuk di kepala saya. Ingin rasanya terbebas dari beban ini. Membuat biografi pahlawan dua lembar, lalu mengajari hafalan pelajaran PKN. Sementara mata saya tinggal 5 watt rasanya.

(Saya berpikir, sebenarnya ini pekerjaan yang tidak ribet sih)

Lalu terbayang pula isteri saya yang kelelahan mengerjakan pekerjaan rumah tangga, dan kadang tidak telaten untuk membimbing anak-anak. Saya harus maklumi itu. Apalagi selama ini tiap malam dia mendampingi anak-anak belajar menghadapi UTS. Lalu terbayang betapa dedikasinya terlalu besar untuk saya. Sangat naif jika saya mengkritiknya untuk urusan sesederhana ini.


Okay, saya harus harus bersikap nyantai, ikhlas, dan mengontrol diri. Itu yang membuat saya akhirnya menebar senyuman untuk anak-anak saya.


Saya belum menaruh tas, langsung melihat buku cetak Arien. Rupanya tentang Perjanjian Linggajati, Konferensi Meja Bundar, dan Perjanjian Renville, dan pernak-pernik sejarah sekitar pra 1950-an.

"Nah gini Rien, sekarang Arien catat di buku, tanggal-tanggalnya saja dulu. Gampang ini mah. Nah habis itu, Arien catat satu-dua kata kunci saja buat menghafal isi perjanjiannya. 

Saya sebenarnya asal saja memberi arahan itu. Sebenarnyalah saya sendiri barangkali mabok jika harus menghafal materi PKN yang ditunjukkan Arien itu. Tapi peran saya sekarang adalah mendorong dan membangkitkan motivasi anak saya. 

Dan saya saksikan Arien pun beranjak dengan ceria. Berlalu menuju kamarnya dengan berseri-seri. Ahh, dia memang hanya ingin diperhatikan saja. Dan ini ternyata penting untuk memicu semangatnya bukan? 

Lalu saya berganti menghadapi Agree

"Bikin aja biografi Pangeran Diponegoro Gree! Saat itu kan bapak udah pernah ceritain bukan?"
"OK," jawab Agree.

Saya pun bergegas mandi. 

Dari luar kamar mandi Agree berteriak-teriak sambil membawa kertasnya.

"Pak, gimana nyeritainnya dong?" tanya Agree.
"Ya pakai bahasa Agree dong... bilang aja masa kecil Pangeran sangat indah. Nama kecilnya Mas Ontowiryo..... (bla bla bla)......."

Malam itu saya semakin lelah. 
Tapi hati saya menjadi damai. Bahagia. Saya mensyukuri bisa sedekat ini dengan anak-anak, masih diberi kesempatan oleh Tuhan untuk bisa mendampingi anak-anak dalam belajar, membantu menyelesaikan masalah mereka, dan yang terpenting, menciptakan suasana yang baik bagi keluarga kami ini dalam perjalanan menuju titik terang di depan yang bernama cita-cita. Bismillaahi walhamdulillaah.


Wassalamu'alaikum wr.wb.